DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Minyak Turun Di Bawah $ 65 Karena Perselisihan OPEC Memuncak, Perang Perdagangan


Monday, 18 June 2018 09:01 WIB

WTIBrentCrude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_00Amerika-Serikat-AS-Jadi-Negara-Importir-Minyak-Terbesar-di-Dunia.jpg

Minyak turun di bawah $ 65 per barel karena Arab Saudi dan Rusia bersiap-siap untuk gesekan dengan sekutu produsen minyak mentah mengenai apakah akan meningkatkan produksi sementara Cina dan AS bertukar ancaman perdagangan.

Minyak berjangka di New York turun sebanyak 1,4 persen setelah penurunan 2,7 persen pada Jumat lalu. Iran mengatakan Venezuela dan Irak akan bergabung dalam memblokir proposal untuk meningkatkan produksi yang didukung oleh Arab Saudi dan Rusia ketika OPEC dan sekutunya bertemu di Wina pekan ini. Pemerintah Cina mengatakan pada Jumat pekan lalu akan memberlakukan tarif pada berbagai barang AS, termasuk minyak mentah dan bensin, sebagai tanggapan terhadap retribusi $ 50 miliar Presiden AS Donald Trump terhadap impor dari Cina.

Minyak mentah telah turun lebih dari 10 persen dari akhir Mei di tengah tanda-tanda Arab Saudi dan Rusia berusaha untuk meningkatkan output curbs yang telah menghilangkan surplus global dan mendorong harga minyak. Sementara itu, para pedagang mencoba untuk mencermati dampak dari Amerika Serikat dan Cina yang saling mengeluarkan tarif terhadap barang dan ancaman perang perdagangan yang lebih luas antara dua ekonomi terbesar dunia.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli turun sebanyak 89 sen menjadi $ 64,17 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di level $ 64,35 pada pukul 09:06 pagi di Tokyo. Kontrak WTI turun $ 1,83 menjadi $ 65,06 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 8 persen di atas rata-rata 100-hari.

Minyak Brent berjangka untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 44 sen menjadi $ 73 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak Brent turun $ 2,50 menjadi $ 73,44 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar $ 8,97 dari WTI untuk bulan yang sama. (frk)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.