DJIA26134.47
LIVE248.46(0.96%)
NDX7719.32
LIVE115.21(1.52%)

Pembicaraan AS-Saudi Tingkatkan Resiko Pembekuan Minyak Mentah Iran, Minyak Gain


Wednesday, 21 March 2018 12:07 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_Oil451995-crudeoil740.jpg

Minyak memperpanjang kenaikan karena investor menilai risiko geopolitik dengan spekulasi bahwa presiden AS dan putra mahkota Arab Saudi membahas mengenai perlawanan terhadap pengaruh produsen Timur Tengah Iran.

Minyak berjangka naik 0,2 persen setelah naik ke level tertingginya dalam lebih dari tiga minggu pada hari Selasa. Donald Trump mengisyaratkan penarikan dari kesepakatan yang membatasi program nuklir Iran disaat kunjungan AS bersama Mohammad Bin Salmanbegan dari Arab Saudi. Keputusan tersebut akan meningkatkan risiko ekspor minyak anggota OPEC yang dibatasi oleh sanksi. Sementara itu, data industri dikatakan mengindikasikan penurunan tak terduga pada persediaan minyak mentah Amerika Serikat pekan lalu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei bertambah 13 sen menjadi $ 63,67 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 12:17 malam. di Singapura. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 57 persen di bawah rata-rata 100 harinya. Kontrak April berakhir Selasa kemarin setelah menambahkan 2,2 persen menjadi $ 63,40, penutupan tertinggi untuk front-month futures sejak 26 Februari.

Brent untuk pengiriman Mei naik 15 sen menjadi $ 67,57 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga naik $ 1,37, atau 2,1 persen menjadi $ 67,42 pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 3,89 untuk WTI pada bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.