DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Pelemahan Pasar Modal Buat Emas Bersinar Pada 2019 - Citi


Saturday, 29 December 2018 05:40 WIB

Gold OutlookGold Corner


c_740_198_16777215_00_images_assets_GOLD3_goldface.jpg

Meskipun tidak mengharapkan untuk melihat lonjakan luar biasa di sektor logam mulia, analis di Citi mengatakan mereka suka membeli emas saat penurunan seiring risiko finansial dan geopolitik menjaga penawaran dalam aset safe haven pada 2019.

“Kami cukup bullish pada emas dalam jangka menengah. Meningkatnya frekuensi penarikan pasar ekuitas AS, pelonggaran QE secara bertahap, volatilitas pasar makro yang lebih tinggi secara keseluruhan, dan peningkatan risiko geopolitik semua seharusnya terus mendukung pembelian emas saat penurunan, "kata para analis.

Dalam skenario kasus dasarnya, bank melihat harga emas mendorong ke level tinggi $ 1.300 per ons tahun depan dengan harga rata-rata tahun di level $ 1.265 per ons. Namun bank juga melihat peluang 30% bahwa harga emas mendorong ke level $ 1.400 per ounce pada kuartal ketiga tahun depan dan rata-rata tahun di level $ 1.365 per ounce.

"Dorongan ke level $ 1.300-1.400 / oz tampaknya berkelanjutan jika ekuitas AS dan global memasuki pasar bearish atau ada dorongan substansial dalam sentimen EM dan penurunan dolar AS yang tidak diantisipasi terkait materi kesepakatan perdagangan AS-China pada 1Q'19," kata para analis.

Ancaman terbesar terhadap pasar emas tetap dolar AS, menurut Citi. Namun, greenback bisa mengurangi faktor ke pasar logam mulia jika pasar ekuitas terus terdorong lebih rendah.

Menurut penelitian terbaru bank, ketidakpastian ekonomi bisa menjadi faktor terbesar untuk mendorong harga emas lebih tinggi tahun depan. Para analis mencatat bahwa rata-rata harga emas telah naik 7% ketika S&P 500 turun lebih dari 12%.

Saat ini, harga emas diperdagangkan di level tertinggi bulan Juni seiirng pasar ekuitas bermain-main di wilayah pasar beruang; S&P 500 turun hampir 15% dari rekor tertinggi yang terlihat pada bulan September.

Sumber: Kitco


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.