DJIA21413.44
LIVE469.93(2.24%)
NDX7635.66
LIVE149.37(2.00%)

Dow catat penurunan terbesar pada rekornya di tengah kekhawatiran coronavirus


Wednesday, 26 February 2020 04:22 WIB

Indeks NasdaqIndeks S&P 500Indeks Dow JonesSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_87257_620.jpg

Saham AS mencatat salah satu kerugian terbesar mereka beruntun pada hari Selasa ketika wabah COVID-19 mengguncang investor yang khawatir dampak virus menyebar cepat di luar China.

Indeks S&P 500 turun 3% berakhir di level 3.128. Saham Dow Jones Industrial Average merosot 879 poin, atau 3,1%, berakhir di level 27.082, berdasarkan perkiraan awal. Indeks blue-chip catat penurunan poin dua hari terbesar dalam sejarah, pasca jatuh 1031,61 poin pada hari Senin. Indeks Nasdaq Composite turun 2,8% berakhir di level 8.966.

Ketiga indeks ekuitas utama berada pada  wilayah negatif dari tahun ke tahun. Lebih banyak analis sekarang memproyeksikan tekanan ekonomi kuartal pertama ke AS., karena perusahaan memperingatkan bahwa rantai pasokan yang terganggu dan menyusutnya permintaan konsumen di China dapat membebani keuntungan dan kemampuan mereka untuk mengirimkan barang.

Pusat Pengendalian Penyakit mengatakan hari Selasa orang Amerika harus mulai mempersiapkan kemungkinan gangguan karena virus korona. Imbal Hasil Treasury 10-tahun juga menetapkan rekor terendah 1,31% pada hari Selasa. Harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan hasil.

Dalam berita perusahaan, saham Mastercard Incorporated turun hampir 7% pasca perusahaan mengatakan pada hari Senin bahwa wabah COVID-19 dapat mengganggu penjualan. (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong jatuh pada sesi pagi di Jumat ini, sejalan dengan penurunan secara luas di seluruh Asia setelah data menunjukkan jutaan warga Amerika mengklaim tunjangan pengangguran pekan lalu ...
  • Saham-saham Hong Kong dimulai dengan penurunan pada Jumat ini setelah data menunjukkan rekor klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat sebanyak 6,6 juta orang pekan lalu karena virus corona meng...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.