DJIA25959.94
LIVE224.97(0.87%)
NDX10373.85
LIVE94.60(0.92%)

Saham Asia Turun Dari Tertinggi 18-Bulan; Minyak Stabil setelah Aksi Serangan A.S.


Monday, 30 December 2019 09:23 WIB

MSCI Asia PacificSaham Asia


c_740_198_16777215_00_images_assets_ASIA_selloff-ksHG--621x414LiveMint.jpg

Bursa saham Asia jatuh pada hari Senin karena investor mengkonsolidasikan keuntungan setelah menguat ke tertinggi 18 bulan pada pekan lalu, sementara minyak stabil setelah AS melakukan serangan udara pada kelompok milisi Muslim Syiah yang didukung Iran di Irak dan Suriah.

Sekitar pukul 01:45 GMT, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,09%. Indeks telah menyentuh level tertinggi sejak 19 Juni 2018 pada hari Jumat, terangkat oleh harapan investor bahwa kesepakatan perdagangan AS-China akan segera ditandatangani.

Indeks Blue chips Cina turun 0,15%, sementara saham Australia turun 0,56%. Indeks saham Nikkei Jepang turun 0,51%. Mengurangi kekhawatiran perang dagang dan mengurangi ketidakpastian atas rencana Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa setelah pemilihan Inggris kembali yang membuat Partai Mayoritas konservatif menguat setelah menawarkan tumpangan ke ekuitas global bulan ini, membantu kenaikan luas indeks MSCI Asia lebih dari 6% dan menempatkannya di jalur untuk kenaikan bulanan terkuatnya sejak Januari.(Arl)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Saham Hong Kong melonjak pada Kamis, sejalan dengan kemajuan global di tengah harapan untuk vaksin virus dan meskipun ada kekhawatiran atas undang-undang keamanan yang dikenakan di kota tersebut oleh ...
  • Saham Eropa diperdagangkan lebih tinggi pada Kamis ini karena pasar global mendapatkan dorongan dari berita seputar pengembangan vaksin coronavirus potensial. Indeks Pan-European Stoxx 600 naik 0,8% ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.