DJIA27024.80
LIVE237.44(0.89%)
NDX7942.85
LIVE100.52(1.28%)

Wall Street Turun Setelah Serangan Saudi; Kerugian Terbatas Saham Energi


Monday, 16 September 2019 23:33 WIB

Wall StreetSaham AS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_down152.jpg

Saham AS jatuh pada hari Senin di tengah kekhawatiran pertumbuhan global setelah serangan pada akhir pekan di fasilitas minyak mentah Arab Saudi mencapai 5% dari pasokan dunia, tetapi lonjakan tajam harga minyak mentah mengangkat stok energi yang tertekan dan menjaga kerugian dalam pengawasan.

Serangan terhadap pengekspor minyak terbesar di dunia tersebut membuat harga minyak naik lebih dari 20% sebelum berkurang karena berbagai negara mengatakan mereka akan memanfaatkan cadangan darurat untuk memastikan pasokan yang stabil.

Energi S&P 500, salah satu sektor dengan kinerja terburuk sepanjang tahun ini, melonjak 2,36%. Saham Apache Corp, Marathon Oil Corp dan Hess Corp melonjak antara 8,8% dan 10,1% dan merupakan gainers terkemuka pada indeks benchmark.

Pada pukul 11:34 ET, Dow Jones Industrial Average turun 133,39 poin, atau 0,49%, pada level 27.086,13, S&P 500 melemah 10,50 poin, atau 0,35%, ke level 2.996,89. Indeks Nasdaq Composite lebih rendah 24,42 poin, atau 0,30%, ke level 8.152,29. (knc)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Saham Hong Kong lebih rendah pada pembukaan hari Rabu setelah anggota parlemen AS mengeluarkan undang-undang yang membela hak-hak pengunjuk rasa Hong Kong, memicu kekhawatiran konflik baru dengan Chin...
  • Saham Asia menguat pada hari Rabu dan sterling bertahan di dekat tertinggi enam bulan karena Inggris dan Uni Eropa membuat kemajuan dalam kesepakatan Brexit menjelang pertemuan puncak para pemimpin me...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.