DJIA27028.44
LIVE-48.38(-0.18%)
NDX7850.22
LIVE-2.19(-0.03%)

Saham Dow dibuka turun seiring China siapkan tarif $ 75 miliar untuk barang-barang AS


Friday, 23 August 2019 20:51 WIB

Indeks NasdaqIndeks S&P 500Indeks Dow JonesSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_87257_620.jpg

Saham Dow pada hari Jumat menuju lebih rendah pada pembukaan bersama dengan sisa indeks utama pasca sebuah laporan muncul yang menunjukkan bahwa Cina siap untuk mengambil tindakan pembalasan dalam konflik tarif jangka panjang dengan AS.

Sebuah laporan dari kementerian China mengindikasikan bahwa pihaknya sedang bersiap untuk menaikkan tarif dalam dua batch atas impor AS senilai $ 75 miliar pada 1 September dan 15 Desember, yang akan bertepatan dengan tanggal bahwa AS dijadwalkan untuk meningkatkan bea impor sekitar $ 300 miliar barang Beijing.

Saham Dow melemah 130 poin, atau 0,5%, ke level 26.118, indeks S&P 500 turun 0,4% ke level 2.912, sementara Indeks Nasdaq Composite, yang cenderung sensitif terhadap ketegangan tarif, turun 0,6% ke level 7.947.

Sebelum bel pembukaan, indeks berjangka diperdagangkan lebih tinggi menjelang laporan terkait komentar dari Presiden Federal St. Louis James Bullard yang mengatakan pemotongan "asuransi" diperlukan untuk memerangi pelemahan pertumbuhan di luar AS. Pasar sedang menunggu pidato yang sangat dinanti-nantikan dari Jerome Powell tentang kebijakan moneter di Jackson Hole, Wyo., Ditetapkan pada pukul 10 pagi waktu timur AS. Dalam pernyataannya, China menulis bahwa "langkah-langkah AS telah menyebabkan eskalasi terus-menerus dari gesekan ekonomi dan perdagangan China-AS, yang telah sangat merugikan kepentingan China, Amerika Serikat dan negara-negara lain, dan juga telah secara serius mengancam sistem perdagangan multilateral dan prinsip perdagangan bebas. " (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

  • Saham Hong Kong melanjutkan penurunan pada Selasa ini di tengah kekhawatiran geopolitik yang tumbuh setelah serangan akhir pekan pada fasilitas minyak Saudi, sementara para pelaku pasar juga cemas ata...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.