DJIA26935.07
LIVE-159.72(-0.59%)
NDX7823.55
LIVE-78.24(-0.99%)

Saham AS tergelincir pada pembukaan karena imbal hasil obligasi pemerintah turun


Tuesday, 20 August 2019 20:45 WIB

DOW JONESS & P 500Indeks NasdaqSahamASWallstreet


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_US-stock-exchange-914478.jpg

Indeks saham A.S. pada hari Selasa dibuka lebih rendah karena investor tampaknya menunggu petunnjuk dari Federal Reserve mengenai kebijakan moneter - katalis utama untuk pasar yang telah dilanda kekhawatiran tentang resesi ekonomi yang akan datang.

Dow Jones Industrial Average turun 63 poin, atau 0,2%, ke level 26.075, indeks S&P 500 turun 0,4% ke level 2.911, sementara indeks Nasdaq Composite ikut tergelincir 0,4% ke level 7.970. Investor mengamati laporan triwulanan dari pengecer besar termasuk Home Depot Inc. dan Kohl's Corp.

Sementara itu, Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa The Fed harus memangkas suku bunga acuan sebesar 1 poin persentase dari kisaran saat ini 2% -2,25%, yang dipandang sebagai kebijakan agresif untuk ekonomi AS yang dianggap melambat tetapi tidak dalam pergolakan resesi. Penurunan dalam imbal hasil obligasi, seiring kenaikan harga, juga membuat investor resah. Obligasi Treasury 10-tahun menghasilkan 1,55%, lebih dari 4 basis poin, dari levelnya pada hari Senin.(Arl)

Sumber : Marketwatch


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan dengan penurunan di Jumat ini karena para pelaku pasar resah atas dampak dari protes terhadap ekonomi di kota tersebut. Indeks Hang Seng tergelincir 0,13 persen...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.