DJIA26643.52
LIVE557.18(2.14%)
NDX10689.52
LIVE87.31(0.82%)

Bursa Asia Naik Lebih Tinggi Sebelum Pembicaraan Perdagangan dan BOJ


Tuesday, 30 July 2019 08:57 WIB

MSCI Asia PacificSaham Asia


c_740_198_16777215_00_images_assets_ASIA_0asia.jpg

Saham-saham Asia naik tipis pada Selasa pagi karena investor menunggu berita dari dimulainya kembali pembicaraan perdagangan AS-China. Yen berfluktuasi menjelang keputusan kebijakan dari Bank of Japan.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% pada jam 10:31 di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik 0,6%. Indeks Kospi Korea naik 0,4%. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,4%. Indeks Shanghai Composite naik 0,3%. Indeks Hang Seng naik 0,3%.

Saham-saham menunjukkan kenaikan moderat di Jepang, Korea Selatan dan Australia, yang bisa memperlihatkan rekor penutupan jika kenaikan berlanjut. Saham-saham Hong Kong juga naik tipis meskipun berlanjutnya protes di kota itu, dengan China memperingatkan bahwa kerusuhan telah "jauh melampaui" protes damai. Sebelumnya, Indeks S&P 500 turun untuk kedua kalinya dalam tiga sesi setelah mencapai rekor pada Jumat lalu ketika saham Amazon Inc, Facebook Inc., Alphabet Inc. dan Netflix Inc. semuanya turun. Imbal hasil treasury sedikit berubah dan dolar menyentuh level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir.

Investor cenderung memilih sidelines karena mereka menunggu perkembangan perdagangan dengan negosiator China dan Amerika berkumpul selama dua hari pembicaraan Selasa, tiga bulan setelah negosiasi macet. Konferensi pers pasca pertemuan Ketua Jerome Powell pada hari Rabu akan memberikan kesempatan untuk mengukur lintasan suku bunga AS setelah bank sentral diantisipasi untuk melonggarkan kebijakannya.

Di Asia, Bank of Japan akan bertemu pada hari ini dan secara luas diperkirakan akan melakukan pengetatan, meskipun beberapa pengamat berspekulasi dewan bisa men-tweak panduan ke depan tentang kebijakan.

Sementara itu, saat musim pelaporan perusahaan bergulir di AS, Jepang dan Australia, pedagang akan mencari dampak apa pun dari sengketa perdagangan yang berlarut-larut. Output pabrik Jepang turun lebih dari yang diharapkan pada Juni karena ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global menyeret ekspor lebih rendah selama tujuh bulan berturut-turut.

Di tempat lain, pound memperpanjang penurunan ke level terendah dalam lebih dari dua tahun seiring Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meningkatkan persiapan untuk Brexit tanpa kesepakatan. Minyak naik karena spekulasi bahwa permintaan akan mendapatkan lonjakan dari potensi penurunan suku bunga Federal Reserve AS. Pound Inggris turun 0,4% menjadi $ 1,2175 setelah turun 1,3%, penurunan terbesar dalam lebih dari delapan bulan. (frk)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.