DJIA29348.10
LIVE0(0.00%)
NDX9173.73
LIVE0(0.00%)

Saham Asia melemah pasca Trump menyalakan kembali ketegangan perdagangan Sino-AS


Friday, 12 July 2019 08:36 WIB

MSCI Asia PacificSaham Asia


c_740_198_16777215_00_images_assets_ASIA_dc21323c-3acf-4d68-bac4-6d19911a8306.jpg

Saham Asia turun pada hari Jumat karena kekhawatiran atas ketegangan perdagangan Sino-AS yang baru membebani sentimen menjelang rilis data perdagangan Juni dari Cina, meskipun ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini terus mereda.

Taruhan itu tetap kuat meskipun ada kenaikan inflasi konsumen AS pada bulan Juni, dan membantu mengangkat indeks S&P 500 ke rekor penutupan pada hari Kamis. S&P 500 e-mini futures bertahan naik 0,21% di level 3.010,25.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan pada hari Kamis bahwa penurunan suku bunga kemungkinan pada pertemuan Fed berikutnya karena bisnis memperlambat investasi seiring perselisihan perdagangan dan perlambatan pertumbuhan global.

Pada hari Jumat, indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,05% dalam kesepakatan awal, dengan saham Australia turun 0,16% dan indeks saham Nikkei Jepang memangkas 0,11%.(Arl)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Bursa saham Hong Kong berakhir pada catatan negatif pada Senin ini karena para investor menguangkan laba menyusul kenaikan pekan lalu. Indeks Hang Seng turun sebesar 0,90 persen, atau 260,51 poin, me...
  • Indeks acuan Nikkei Tokyo naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Senin, dengan sentimen investor didukung oleh kenaikan rekor baru di Wall Street serta pelemahan yen terhadap dolar. Indeks N...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.