DJIA28027.32
LIVE22.43(0.08%)
NDX8323.04
LIVE7.52(0.09%)

Wall Street berada Di 2-Bulan Terendah pasca Tensi Perdagangan Meningkat


Wednesday, 29 May 2019 23:26 WIB

DOW JONESS & P 500NasdaqSahamASWallstreet


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_43483735-new-york-city-ny-oct-11-a-street-sign-of-wall-street-and-new-york-stock-exchange-is-shown-on-october.jpg

Indeks utama Wall Street mencapai level terendah lebih dari dua bulan pada hari Rabu, setelah China mengisyaratkan eskalasi lebih lanjut dalam perang dagangnya dengan Amerika Serikat, memicu kekhawatiran bahwa perselisihan itu dapat berlarut-larut dan menekan pertumbuhan ekonomi global.

Beijing siap menggunakan tanah jarang, sekelompok 17 elemen kimia yang digunakan dalam segala hal, mulai dari elektronik konsumen berteknologi tinggi hingga peralatan militer, untuk menyerang balik ke Amerika Serikat, surat kabar Cina memperingatkan.

Menambah kekhawatiran, Cina Huawei Technologies Co Ltd mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS dalam upaya terbaru untuk melawan sanksi dari Washington.

Pada pukul 11:03 ET Indeks S&P 500 turun 17,97 poin, atau 0,64%, di level 2.784,42 dan Nasdaq Composite turun 56,48 poin, atau 0,74%, pada level 7.550,87. Sementara itu, blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 196,79 poin, atau 0,78%, ke level 25.150,98, berada di level terendah sejak Februari.

Semua sektor S&P utama berada di zona merah. Sektor energi turun 0,88%, terbebani oleh harga minyak mentah yang turun.(Arl)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong naik lebih dari satu persen pada Senin, melakukan rebound setelah kehilangan sekitar lima persen di pekan lalu, dengan optimisme perdagangan memunculkan kekhawatiran memulai demo...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.