DJIA26727.54
LIVE8.41(0.03%)
NDX7723.02
LIVE-5.76(-0.07%)

Wall Street Merosot ditengah Kekhawatiran Perang Perdagangan yang Berlarut


Friday, 24 May 2019 03:22 WIB

DOW JONESS & P 500Indeks NasdaqSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_49121_620.jpg

Saham AS kembali merosot pada Kamis ini karena investor khawatir bahwa perang perdagangan AS-China dapat berlarut-larut tanpa batas dan menggerogoti pertumbuhan global.

Satu-satunya kabar baik adalah bahwa indeks utama memantul dari posisi terendah mereka di jam terakhir perdagangan. Dow Jones Industrial Average turun 1,1% atau 286,14 ke level 25.490,47. S&P 500 merosot 1,2% atau 34,65 pada level 2.821,62 dan Nasdaq Composite turun 1,6% atau 122,56 ke level 7.628,28.

Saham telah menyerah pada tekanan penjualan pada Mei setelah Washington dan Beijing terlibat dalam tarif yang ketat dan tindakan pembalasan lainnya, dengan S&P 500 berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan terburuk sejak aksi jual Desember.

Beijing mengatakan, pada hari Kamis, Washington perlu memperbaiki "tindakan yang salah" untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan setelah Amerika Serikat memasukkan daftar hitam Huawei Technology pekan lalu.(Arl)

Sumber : Investing.com


RELATED NEWS

  • Saham Tokyo jatuh pada Selasa karena penguatan yen dengan semua fokus tertuju pada pertemuan AS-China yang sangat ditunggu di KTT G 20 akhir pekan ini. Indeks acuan Nikkei 225 kehilangan 0,43%, atau ...
  • Rata-rata saham Nikkei Jepang turun pada Selasa di tengah-tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran serta penguatan yen membebani eksportir, tetapi penurunan terbatasi menjelang pertemuan G20, yang dapat...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.