DJIA25962.44
LIVE-173.35(-0.66%)
NDX7664.47
LIVE-54.85(-0.71%)

Saham-saham Asia Dibuka Melemah; Minyak Turun Jelang Pertemuan OPEC


Monday, 18 June 2018 09:33 WIB

MSCI Asia PacificSaham Asian


c_740_198_16777215_00_images_assets_ASIA_102995591-GettyImages-479606106.530x298.jpg

Saham-saham Asia melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap pertukaran ancaman antara Cina dan AS adalah pendahulu dari perang dagang besar-besaran. Minyak turun, sementara dolar naik lebih tinggi karena imbal hasil Treasury stabil di atas 2,90 persen.

Indeks Topix turun 0,8 persen pada pukul 09:48 pagi di Tokyo. Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit berubah. Indeks Kospi turun 0,2 persen. Indeks S&P 500 berjangka turun 0,4 persen. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5 persen.

Saham-saham berguguran di Jepang akibat penguatan yen, sementara indeks S&P 500 berjangka menunjukkan penurunan. Ekuitas Korea Selatan juga tergelincir, sementara fluktuasi terjadai di Australia. China dan Hong Kong, pasar saham yang lebih sensitif terhadap ketegangan perdagangan yang semakin mendalam, ditutup untuk liburan. Minyak memperpanjang penurunan karena Arab Saudi dan Rusia bersiap-siap untuk bentrokan dengan anggota OPEC dan sekutu lainnya mengenai apakah akan meningkatkan produksi. Pound berdetak lebih rendah menjelang debat parlemen tentang tagihan penarikan Brexit.

Perdagangan telah didorong kembali ke pusat perhatian, dengan investor khawatir tentang meningkatnya konfrontasi antara AS dan Cina. Cina dengan cepat menanggapi Presiden Donald Trump yang naikkan tarif impor sebesar $ 50 miliar, memberikan tambahan 25 persen retribusi pada $ 34 miliar ekspor pertanian dan otomotif AS mulai 6 Juli.

Sementara itu, OPEC akan bertemu di Wina pada Jumat mendatang untuk berdebat mempertahankan pemotongan produksi minyak saat ini. Iran mengatakan Venezuela dan Irak akan bergabung dalam memblokir proposal untuk meningkatkan produksi minyak yang didukung oleh Arab Saudi dan Rusia ketika kartel dan sekutunya bertemu di Wina. (frk)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.