DJIA25713.66
LIVE-50.34(-0.20%)
NDX7405.17
LIVE-98.51(-1.31%)

Saham Asia Turun pada Pandangan Kebijakan Fed AS dan Ketegangan TimTeng


Thursday, 12 April 2018 15:34 WIB

MSCI Asia PacificSaham Asia Indeks MSCI Asia Pasifik


c_740_198_16777215_00_images_assets_MARKETUPDATE_arrow-pointing-down.jpg

Ekuitas Asia jatuh untuk pertama kalinya dalam empat hari di tengah kehati-hatian atas pandangan kebijakan Federal Reserve AS dan ketegangan di Timur Tengah.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,4 persen ke level 173,84 pada pukul 4:19 sore waktu Hong Kong. Indeks saham industri memimpin penurunan, sementara perusahaan energi memperpanjang kenaikan menyusul naiknya minyak mentah. Indeks S & P 500 melemah semalam di tengah komentar provokatif Presiden Donald Trump tentang Rusia dan peringatannya tentang persiapan untuk menyerang Suriah.

Para pejabat Fed sedikit condong ke arah pengetatan yang lebih cepat pada pertemuan Maret mereka seiring prospek pertumbuhan dan kepercayaan mereka dalam mencapai target inflasi menguat, laporan menunjukkan.

Taiex -0,2%, indeks Kospi -0,1%, dan indeks Kospi 200 + 0,1%.

S & P / ASX 200 -0,2%, S & P / NZX Selandia Baru 50 -0,6%.

Indeks S & P BSE Sensex India + 0,6%, NSE Nifty 50 Index + 0,4%, NSE Nifty 50 berjangka + 0,3%

Straits Times Index -0,3%, KLCI Malaysia -0,2%, Indeks PSEi Bursa Efek Filipina + 1,3%, Jakarta Composite -1%, Indeks SET Thailand + 0,2%, Indeks VN Vietnam + 0,5%.

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong melanjutkan aksi jual kembali pada hari Senin karena kekhawatiran tentang perang perdagangan China-AS yang bergejolak membayangi kenaikan luas di sebagian besar Asia. Indeks Han...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.