DJIA24465.16
LIVE0(0.00%)
NDX9413.99
LIVE0(0.00%)

PM Jepang Deklarasikan Keadaan Darurat Satu Bulan di Tokyo


Tuesday, 7 April 2020 00:02 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_ABE.jpg

PM Jepang Shinzo Abe menyatakan ia akan mendeklarasikan keadaan darurat selama 30 hari di beberapa bagian negaranya sebagai respons atas meningkatnya jumlah kasus virus corona terkonfirmasi.

Abe mengumumkan niatnya itu hari Senin dalam pidato yang ditayangkan di TV setelah bertemu dengan satu gugus tugas khusus yang dibentuk untuk menghadapi wabah. Abe mengatakan ia akan resmi menyatakan deklarasi itu hari Selasa (7/4) bagi Tokyo dan enam prefektur lainnya, termasuk kota pelabuhan utama, Osaka.

Deklarasi ini akan memberi pemerintah setempat kewenangan hukum untuk meminta warganya tetap tinggal di rumah serta meminta sekolah dan bisnis untuk tutup. Konstitusi Jepang, yang sangat mendukung kebebasan sipil, tidak memberi pemerintah kewenangan untuk memberlakukan karantina wajib.

Abe juga mengumumkan legislasi stimulus 990 miliar dolar untuk menangani penurunan ekonomi akibat pandemi, termasuk 55 miliar dolar pembayaran langsung untuk rumah tangga dan bisnis kecil.

Abe sebelumnya enggan menetapkan keadaan darurat, tetapi tampaknya telah disarankan melakukan langkah itu setelah Tokyo melaporkan 143 kasus baru hari Minggu, jumlah terbanyak kasus terkonfirmasi dalam satu hari, yang membuat jumlah total kasus di ibukota Jepang melampaui angka 1.000.

Secara nasional, ada 3.500 kasus virus corona terkonfirmasi, termasuk lebih dari 70 kematian.

Source : VOA


RELATED NEWS

  • Jepang berencana mencabut situasi darurat untuk tiga prefektur lagi sementara jumlah kasus baru virus corona telah berkurang. Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Kamis (21/5) di Tokyo mengatakan sek...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.