DJIA22939.81
LIVE290.07(1.28%)
NDX8111.35
LIVE29.69(0.37%)

Trump: AS 'Hampir Sampai' pada Kesepakatan Damai di Afghanistan


Wednesday, 26 February 2020 11:54 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Lain2_1111afghanistan-president-trump.jpg

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pemerintahannya bergerak lebih dekat ke kesepakatan damai dengan Taliban di Afghanistan, dan mengatakan gencatan senjata untuk pengurangan kekerasan” selama seminggu di seluruh negeri dengan kelompok pemberontak itu dipatuhi “sejauh ini, begitu baik.”

Trump berbicara kepada para wartawan di India pada akhir perjalanan dua harinya hari Selasa, dan mengatakan prakarsanya untuk perdamaian Afghanistan telah mendapat dukungan luas dan – dalam kata-katanya – “semua pihak senang dengan hal itu,” termasuk New Delhi.

“Kami hampir mencapai perjanjian. Kita lihat sajalah apa yang terjadi. Dua hari ini kita tidak menyaksikan kekerasan, atau saya kira sedikit sekali kekerasan , dan kita akan melihat apa yang terjadi,” kata Trump tentang gencatan senjata sementara dan kemungkinan perjanjian damai yang akan dicapai dengan Taliban.

Pengurangan bentrokan selama tujuh hari yang disepakati bersama mulai berlaku Sabtu lalu. Sesuai kesepakatan itu pasukan Afghanistan yang didukung oleh Amerika dan pemberontak berkomitmen untuk tidak melancarkan operasi ofensif.

Gencatan senjata itu akan mencapai puncaknya pada 29 Februari dengan penandatanganan perjanjian Amerika-Taliban di Qatar. Jika ditandatangani, perjanjian itu akan mengakhiri perang terpanjang Amerika, yang kini memasuki tahun ke-19, dan akan memungkinkan penarikan bertahap sekitar 13.000 tentara Amerika dari negara itu.

Sumber: VOA news


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.