DJIA27110.98
LIVE829.16(3.15%)
NDX9824.39
LIVE194.73(2.02%)

Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi


Friday, 21 February 2020 18:19 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_HUBEI.jpg

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut.

Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu.

Direktur-Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kamis (21/2), mengatakan, secara keseluruhan angka-angka dari China menunjukkan penurunan jumlah kasus infeksi baru. Namun ia juga memperingatkan kembali agar tidak mengendurkan upaya-upaya untuk memerangi penularan virus itu.

Tedros mengatakan WHO sedang mengadakan dua percobaan klinis untuk mengobati penyakit yang disebabkan virus itu dan memperkirakan hasil awal diharapkan dalam waktu tiga minggu.

Sementara itu Korea Selatan melaporkan adanya 52 penderita baru, sehingga jumlah pasien di negara itu menjadi 152.

Kota nomor empat terbesar Daegu tampak seperti kota mati karena seluruh penduduknya diperintahkan tinggal di dalam rumah. Langkah itu diambil setelah dilaporkan 35 kasus baru di kota itu dan kawasan pinggirannya pada Kamis.

Seorang perempuan yang kemudian dites positif diperkirakan telah menularkan virus itu kepada orang lain dalam sebuah acara gereja.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemung...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.