DJIA21413.44
LIVE469.93(2.24%)
NDX7635.66
LIVE149.37(2.00%)

Kematian Karena Virus Korona Lampaui 1.800 orang


Tuesday, 18 February 2020 18:27 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Graph_koronavirus.jpg

Pejabat kesehatan China, Selasa (18/2), melaporkan jumlah penderita virus korona yang sudah dikukuhkan mencapai lebih dari 71 ribu orang, dan korban yang meninggal lebih dari 1.800 orang.

Kira-kira 11 ribu dari orang yang terkena virus itu dilaporkan telah sembuh.

Mengutip Reuters, Provinsi Hubei, pusat wabah virus itu, Selasa (18/2) melaporkan 98 orang lagi meninggal. Dengan demikian, menurut Komisi Kesehatan Nasional, jumlah total kematian akibat virus korona di China mencapai 1.868 orang.

Sementara itu, lebih banyak petugas kesehatan tiba untuk membantu sistem medis yang kewalahan sejak virus itu merebak akhir bulan Desember.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Senin (17/2), data yang dikeluarkan oleh pemerintah China agaknya menunjukkan penurunan kasus infeksi baru. Namun, Tedros mengatakan tren ini “harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati.”

Tedros mengatakan wabah virus korona itu “sangat serius, dan bahkan berpotensi terus meluas, kendati hanya di Provinsi Hubei.”

Kata kepala WHO itu, di luar Hubei, epidemi itu hanya berdampak pada sebagian kecil penduduk saja.

Pemerintah Amerika mengatakan telah mengevakuasi lebih dari 300 warganya dan keluarga mereka dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Jepang. Satu penerbangan tiba pada Senin (17/2) pagi di pangkalan angkatan udara Travis di California dan satu pesawat lagi mendarat beberapa jam kemudian di pangkalan udara Lackland di Texas.

Sebanyak 14 orang yang tidak menunjukkan gejala penyakit, tetapi hasil tes menunjukkan positif terkena virus korona. Mereka ikut terbang bersama penumpang lainnya, tetapi duduk terpisah dari penumpang lain. Semua warga Amerika yang kembali itu akan dikarantina lagi selama 14 hari sebelum diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.