DJIA27110.98
LIVE829.16(3.15%)
NDX9824.39
LIVE194.73(2.02%)

Trump Desak Senat Tolak Pembatasan Kewenangan Perang


Thursday, 13 February 2020 17:21 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Graph_donal.jpg

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (12/2/2020), mendesak Senat agar menolak rancangan undang-undang yang mengekang kewenangannya menyerang Iran tanpa persetujuan kongres. Menurutnya, penting bagi keamanan negara untuk tidak membatasi kewenangannya dalam menyatakan perang.

"Sangat penting bagi KEAMANAN Negara kita bahwa Senat Amerika tidak memberikan suara untuk Resolusi Kewenangan Perang Iran," tulis Trump di Twitter sementara Senat sedang berdebat mengenai langkah itu. "Kita jauh lebih baik dari Iran dan ini bukan saatnya menunjukkan kelemahan."

Trump mencuit, "Rakyat Amerika sangat mendukung serangan kita" terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone yang diperintahkan Trump bulan lalu di bandara Baghdad, Irak. Partai Demokrat melakukan ini sebagai upaya mempermalukan Partai Republik. Jangan biarkan itu terjadi!"

Senat mungkin memberikan suara atas langkah itu pada Kamis (13/2/2020). Lima Senator Republik kemungkinan akan bergabung dengan 47 Senator Demokrat di Senat yang beranggotakan 100 orang untuk menyetujui resolusi tidak mengikat. Hasil pemungutan suara itu hampir pasti akan menghadapi veto Trump, dan pendukung resolusi itu tidak mungkin bisa mengumpulkan dua pertiga suara untuk mengalahkannya.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemung...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.