DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan


Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_1_nxnvu6lw.jpg

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula.

Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wuhan. Mereka telah meminta pertolongan di media sosial, sementara pemerintah China dan Bangladesh merundingkan strategi.

“Lewat media sosial WeChat, para mahasiswa mendapat informasi bahwa virus menular yang misterius itu menyebar dengan cepat,” ujar Mazharul Islam, seorang mahasiswa baru di School of Electrical Engineering di Universitas Wuhan kepada VOA.

“Namun kami diberitahu untuk tidak khawatir tentang hal itu dan bahwa virus itu terkendali. Lewat WeChat kami disarankan untuk menggunakan masker atau penutup mulut jika keluar dari asrama,” tambahnya.

Islam mengatakan ada sekitar 30 mahasiswa Bangladesh di kampsunya. Lewat WeChat, Islam dan mahasiswa lainnya mengetahui bahwa ada 500 mahasiswa Bangladesh di Wuhan. Ia mengatakan Kedutaan Besar Bangladesh di Beijing “akan memberitahu kami jika ada evakuasi darurat.” Ditambahkannya, mereka telah diberi masker dan obat pencegah penyakit dari pihak universitas.

Wakil Kepala Misi Bangladesh di Beijing, Masudur Rahman, mengatakan ada 3.000 warga Bangladesh di China, sebagian besar berstatus mahasiswa dan guru.

“Kami dari Kedutaan Besar Bangladesh di Beijing, melakukan kontak dengan otoritas China dan berupaya mendapatkan solusi yang paling mungkin dalam situasi sekarang ini,” ujarnya. Evakuasi “harus berlangsung lewat pengaturan bilateral.”

Perancis Siap Pulangkan Warganya

Sementara itu beberapa negara lain berupaya mengatur penerbangan untuk membawa warganya keluar dari China.

Kantor berita AFP melaporkan, Perancis mengatakan akan mengoperasikan beberapa penerbangan langsung di bawah pengawasan para ahli medis di luar China pada pertengahan pekan ini bagi warga Perangis yang ingin meninggalkan China. Sejauh ini, Perancis sudah melaporkan tiga kasus infeksi virus corona.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...
  • Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.