DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona


Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_0000000000tawarantrum.jpg

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang.

Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami menawarkan bantuan apa saja yang diperlukan kepada China dan Presiden Xi (Jinping). Pakar-pakar kita luar biasa!"

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan hari Senin untuk bertemu pejabat kesehatan dan memeriksa respon terhadap wabah tersebut. Wuhan adalah pusat wabah dan mobilitas orang-orang di sana dan beberapa kota lain dibatasi ketat sementara pemerintah berusaha mencegah penyebaran virus korona itu.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Dr. Tedros Ghebreyesus, hari Senin tiba di Beijing, di mana ia diperkirakan akan bertemu pejabat-pejabat senior China untuk membahas wabah. Badan PBB itu mengatakan masih ada peluang untuk mengatasi virus itu jika ada kerja sama yang erat.

Pihak berwenang Beijing juga melaporkan kematian pertama akibat virus tersebut di ibu kota China itu.

Secara terpisah, dalam upaya mencegah penyebaran virus, Mongolia menutup perbatasannya yang luas dengan China, sementara Hong Kong dan Malaysia mengumumkan akan melarang masuknya pengunjung dari Wuhan.

Pasar saham global anjlok hari Senin karena investor khawatir akan dampak virus korona terhadap ekonomi.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...
  • Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.