DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

Sidang Ekstradisi Eksekutif Huawei Dimulai di Kanada


Monday, 20 January 2020 23:26 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Graph_Meng-Wanzhou.jpg

Tahap pertama sidang ekstradisi eksekutif senior perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei, dimulai Senin (20/1) di sebuah pengadilan di Vancouver, kasus yang memicu kemarahan Beijing dan menimbulkan kekhawatiran mengenai akan terjadinya perang teknologi yang memanas antara China dan AS.

Penangkapan CFO (chief financial officer) Huawei, Meng Wanzhou, yang kebetulan putri pendiri Huawei, pada akhir 2018, atas permintaan AS mengejutkan Beijing.

Huawei, yang mewakili ambisi China untuk menjadi kekuatan teknologi dunia, merupakan sumber keprihatinan keamanan AS selama bertahun-tahun. Beijing memandang kasus Meng sebagai usaha untuk mengekang kebangkitan China.

"Ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah China. Mereka luar biasa marah. Mereka akan memantau ini secara seksama,” kata Wenran Jiang, cendekiawan senior di Lembaga Riset Asia University of British Columbia.

Washington menuduh Huawei menggunakan sebuah perusahaan fiktif Hong Kong untuk menjual peralatan ke Iran sehingga melanggar sanksi-sanksi yang diberlakukan AS. Washington mengatakan Meng, 47, melakukan penipuan dan mengelabui Bank HSBC mengenai urusan bisnisnya di Iran.

Meng, yang bebas dengan jaminan dan tinggal di salah satu rumah mewahnya di Vancouver, membantah tuduhan itu. Tim pembela Meng mengatakan, pernyataan-pernytaan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump menyiratkan bahwa kasus terhadap dirinya bermotivasi politik.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...
  • Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.