DJIA29187.31
LIVE-210.77(-0.72%)
NDX9608.70
LIVE-14.88(-0.15%)

Iran Ancam Hentikan Kerjasama dengan IAEA kalau Eropa Tak Adil dalam Perjanjian Nuklir


Monday, 20 January 2020 19:11 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global3_iran123.jpg

Ketua DPR Iran Ali Larijani mengatakan hari Minggu (19/1), kalau Eropa tidak adil dalam penggunaan mekanisme untuk menyelesaikan sengketa dalam perjanjian nuklir, Iran akan dengan serius mempertimbangkan kembali kerjasamanya dengan Badan Tenaga Atom Internasional, atau IAEA.

“Apa yang dilakukan tiga negara Eropa tentang isu nuklir Iran ini sangat disayangkan,” kata Larijani, yang pernah menjadi perunding nuklir utama Iran seperti dikutip dari siaran televisi pemerintah.

Jerman, Inggris, dan Perancis minggu lalu mengumumkan telah mulai menjalankan proses penyelesaian sengketa nuklir dengan Iran, yang dulu dicapai untuk melonggarkan sanksi-sanksi internasional supaya Iran menghentikan kegiatan nuklirnya.

“Kami telah mengumumkan bahwa apabila Eropa, karena alasan apapun, menggunakan Pasal 37 perjanjian nuklir secara tidak adil, Iran akan mengambil keputusan serius tentang kerjasamanya dengan IAEA,” kata Larijani seperti dikutip kantor berita AFP.

Ketiga negara Eropa tadi, Jerman, Perancis dan Inggris, yang ikut menandatangani perjanjian nuklir tahun 2015 yang disebut JCPOA itu bersama Cina, Rusia, Uni Eropa, mengatakan, walaupun penggunaan pasal 37 itu bisa menjurus pada pengenaan sanksi-sanksi PBB atas Iran, mereka tidak akan ikut dalam kampanye Amerika menjalankan “tekanan maksimum” untuk memaksa Iran. Amerika telah menyatakan diri keluar dari perjanjian itu.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.