DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

Tunda Pembicaraan dengan Taliban, Utusan Perdamaian AS ke Pakistan


Saturday, 14 December 2019 00:03 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_0000000000afganistannnn.jpeg

Ketua tim perunding Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, hari Jumat mengunjungi Pakistan, sehari setelah ia secara singkat menangguhkan perundingan perdamaian dengan Taliban di Qatar, sebagai pembalasan atas serangan kelompok pemberontak itu terhadap pangkalan militer terbesar AS di Afghanistan pekan ini.

Khalilzad bertemu Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi di Islamabad, dan memberi penjelasan mengenai diskusi AS-Taliban di ibukota Qatar, Doha, sebut pernyataan dari Pakistan.

“Kami berharap perundingan AS-Taliban akan segera dimulai lagi,” kata Qureshi yang dikutip pernyataan itu, tampaknya mengacu pada pembicaraan itu, yang baru saja dimulai kembali namun kemudian terhenti.

Qureshi mengukuhkan tekad Pakistan untuk terus memainkan perannya “memfasilitasi” proses perdamaian Afghanistan dan kembali menekankan bahwa tidak ada solusi militer bagi konflik di negara tetangganya itu.

Para pemimpin Taliban mempertahankan kontak erat mereka dengan Islamabad, dan keluarga mereka juga tinggal di Pakistan, di antara hampir tiga juta pengungsi Afghanistan yang ditampung Pakistan.

Serangan bunuh diri dengan bom mobil dan senjata api hari Rabu terhadap pangkalan Bagram menimbulkan korban yang kebanyakan warga sipil Afghanistan di kawasan sipil di sekitarnya dan tidak membahayakan pasukan AS dan NATO.

Taliban dengan segera mengaku melancarkan serangan tersebut.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...
  • Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.