DJIA29196.04
LIVE-152.06(-0.52%)
NDX9166.63
LIVE-7.10(-0.08%)

AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah


Friday, 6 December 2019 11:09 WIB

AmerikaGlobalTimur Tengah


c_740_198_16777215_00_images_assets_12AmerikaPesawatw644.jpg

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran.

Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan yang ditambahkan ke pasukan AS di kawasan itu sejak awal tahun ini, kata harian itu, mengutip para pejabat AS yang tidak disebut namanya.

Dikatakan, Presiden Donald Trump dapat membuat keputusan tentang peningkatan pasukan itu paling awal bulan ini.

Seorang juru bicara Pentagon menolak mengomentari laporan itu kepada kantor berita AFP.

Langkah itu dilakukan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal kargo dan tanker, serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap kilang minyak Saudi pada September yang diduga dilakukan oleh Iran.

Amerika telah meningkatkan kehadiran militernya di Teluk dan memperluas sanksi ekonomi pada negara itu yang meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah.

Pada pertengahan November, kapal induk AS Abraham Lincoln berlayar melewati Selat Hormuz. Unjuk kekuatan AS itu bertujuan meyakinkan semua negara sekutu AS yang khawatir dengan ancaman Iran.

Pada Oktober, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengumumkan, dua skuadron tempur dan tambahan baterai pertahanan rudal sedang dikirim ke Arab Saudi berjumlah sekitar 3.000 tentara baru.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.