DJIA28959.66
LIVE-200.43(-0.69%)
NDX9131.36
LIVE-85.62(-0.93%)

Parlemen Irak Terima Pengunduran Diri PM


Monday, 2 December 2019 16:44 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH_Abdul-Mahdi.jpg

Parlemen Irak menerima pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi, Minggu (1/12). Tapi hal itu diperkirakan tidak akan mengakhiri protes-protes anti-pemerintah yang diwarnai kekerasan selama hampir dua bulan.

Mahdi mengundurkan diri Jumat (29/11). Presiden Barham Salih kini akan meminta blok terbesar di parlemen untuk menominasikan seorang perdana menteri baru.

Tapi ini masih perlu waktu beberapa minggu karena masih belum jelas koalisi partai mana yang membentuk blok terbesar.

Mahdi dan pemerintahannya telah setuju untuk menjabat sementara sampai perdana menteri baru disetujui.

Pengunduran diri Mahdi kemungkinan tidak akan memuaskan para demonstran anti-pemerintah yang telah mengatakan penunjukan perdana menteri baru saja tidak cukup. Mereka menuntut adanya perubahan pada sistem politik keseluruhan, yang mereka tuding korup, tidak kompeten, dan tidak berbuat banyak untuk membantu warga miskin Irak meskipun negaranya kaya minyak.

Protes-protes anti-pemerintah telah menewaskan hampir 400 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang sejak awal Oktober.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu a...
  • Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memp...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.