DJIA28955.61
LIVE-204.48(-0.70%)
NDX9130.65
LIVE-86.33(-0.94%)

Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone Meninggal di usia 101


Friday, 29 November 2019 23:32 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_cf21f714f9414e54bdbae2e784dfac14_18.jpg

Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone, seorang raksasa dari politik pasca-Perang Dunia II negaranya yang mendorong Jepang menjadi lebih tegas sambil memperkuat hubungan militer dengan Amerika Serikat, telah meninggal. Dia berusia 101 tahun.

Kantor putranya, Hirofumi Nakasone, mengkonfirmasi bahwa Nakasone meninggal pada hari Jumat di sebuah rumah sakit Tokyo di mana ia dirawat baru-baru ini.

Sebagai seorang perwira angkatan laut Perang Dunia II, Yasuhiro Nakasone menyaksikan kekalahan parah dan kehancuran total negaranya. Empat dekade kemudian, ia memimpin Jepang pada 1980-an di puncak kesuksesan ekonominya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia melobi untuk merevisi konstitusi yang dirancang AS untuk meninggalkan perang, yang merupakan penyebab lama yang belum dicapai oleh pemimpin pascaperang hingga saat ini.(mrv)

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu a...
  • Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memp...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.