DJIA27910.35
LIVE28.63(0.10%)
NDX8402.61
LIVE48.32(0.58%)

Jepang-AS: Hubungan 3 Arah dengan Korea Selatan, Kunci Keamanan


Wednesday, 13 November 2019 17:48 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_XSPUI3TWVNEBFMUGNU2RWWHBZQ.jpg

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Mark Milley setuju dengan para pejabat Jepang hari Selasa (12/11) bahwa kerja sama tiga pihak dengan Korea Selatan adalah kunci keamanan regional dan bahwa pakta tentang berbagi intelijen antara Tokyo dan Seoul tidak boleh dibatalkan

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan ia memberi tahu Milley bahwa perselisihan di antara ketiga negara hanya akan mengganggu kestabilan kawasan dan menguntungkan Korea Utara, Tiongkok dan Rusia.

"Kami sama-sama berpendapat bahwa kerja sama Jepang-Amerika-Korea Selatan kini lebih penting daripada sebelumnya, sementara kami membahas situasi terkini terkait Korea Utara, termasuk peluncuran rudal balistik terbaru oleh Korea Utara," kata Motegi.

Ia dan Milley juga sepakat tentang pentingnya Jepang dan Korea Selatan berbagi intelijen. Motegi menambahkan, Milley berjanji menyampaikan pesan itu kepada Korea Selatan dalam kunjungannya ke negara itu.

Korea Selatan telah mengumumkan rencana untuk membatalkan General Security of Military Information Agreement, atau Kesepakatan Keamanan Umum Informasi Militer, disingkat GSOMIA, di tengah perselisihan dengan Jepang mengenai perdagangan dan sejarah perang.

Kesepakatan itu, yang berakhir akhir bulan ini, melambangkan kerja sama keamanan negara-negara tetangga di Asia dengan Amerika dalam menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara dan pengaruh China yang terus meningkat.

Pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump mendesak Jepang dan Korea Selatan agar mempertahankan kesepakatan itu.

Milley juga bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe dan Menteri Pertahanan Taro Kono, menurut Kementerian Luar Negeri dan laporan berita.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungu...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.