DJIA27766.29
LIVE-54.80(-0.20%)
NDX8265.62
LIVE-18.13(-0.22%)

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman


Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_nazinazinaziazniazinaziaziziazni.jpg

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang.

Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu dikenal sebagai Danziq dan kini disebut Gdansk, di Polandia.

Dey dituduh ikut membantu pembunuhan 5.230 orang.

Meskipun ia tidak menyangkal menjadi penjaga di Stutthof, kuasa hukumnya mengatakan kliennya pernah menyampaikan kepada tim penyelidik bahwa ‘’ia menyesal atas apa yang telah dilakukannya.’’

‘’Ia juga memahami bahwa mereka yang ditahan di kamp konsentrasi itu bukan penjahat, tetapi karena alasan anti-Yahudi, rasis dan lain-lain,’’ ujar kuasa hukumnya Stefan Waterkamp pada pengadilan. ‘’Tetapi ia menilai dirinya tidak dalam posisi untuk dapat membebaskan mereka.’’

Mengingat usia Del, sidang pengadilan hanya berlangsung dua jam setiap hari, dan hanya akan diakan dua kali seminggu.

Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman antara enam bulan hingga sepuluh tahun penjara.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Organisasi pemantau Internet berbasis di London, NetBlocks, Kamis (21/11) pagi mengunggah cuitan di Iran, mengatakan "penutupan internet hampir sepenuhnya" telah melampaui 100 jam sejak dimulai pada S...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.