DJIA27781.96
LIVE-1.63(-0.01%)
NDX8257.83
LIVE-1.98(-0.02%)

Wapres AS Desak Erdogan Hentikan Serangan terhadap Laskar Kurdi


Friday, 18 October 2019 04:56 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_Mike-Pence.jpg

Wakil Presiden AS Mike Pence, Kamis (17/10), mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militernya terhadap laskar Kurdi di Suriah Utara. Hal tersebut adalah ofensif yang dimulai Erdogan setelah Presiden Donald Trump menarik hampir seluruh tentara Amerika dari medan tempur.

Pence, yang didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, bertemu dengan pemimpin Turki itu di ibukota, Ankara.

Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Trump menolak pentingnya hasil pertempuran. Ia juga menyatakan hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan AS, bahkan ketika DPR dengan suara besar menyetujui resolusi yang mengecam penarikan pasukan AS. Trump malah meremehkan laskar Kurdi yang disebutnya “bukan malaikat.” Laskar Kurdi telah berjuang bersama-sama pasukan AS melawan teroris ISIS.

Trump, dalam suratnya pekan lalu kepada Erdogan memperingatkan pemimpin Turki itu agar “Jangan sok kuat. Jangan bodoh!” dalam melancarkan serangan terhadap laskar Kurdi. Namun berbagai laporan dari Turki menyebutkan Erdogan membuang pesan singkat itu ke tempat sampah.

Trump mengatakan Erdogan menghadapi risiko dicap dalam sejarah sebagai orang jahat karena melancarkan serangan terhadap laskar Kurdi. Erdogan menganggap laskar tersebut bersekutu dengan separatis Kurdi yang telah berjuang untuk mendapatkan otonomi di dalam wilayah Turki selama tiga dekade.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.