DJIA27783.26
LIVE-0.33(-0.00%)
NDX8257.83
LIVE-1.98(-0.02%)

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS


Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000erdo.jpg

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut.

Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir. Sementara tarif baja Turki naik dua kali lipat menjadi 50%, Wakil Presiden A.S. Mike Pence mengatakan langkah-langkah itu akan tetap sampai Turki mengumumkan gencatan senjata dengan milisi Kurdi Suriah, YPG.

Pekan lalu, pasukan Turki melancarkan serangan militer besar-besaran ke Suriah terhadap YPG, yang dianggap oleh Ankara terkait dengan terorisme di dalam Turki. YPG telah menjadi sekutu AS dalam perang melawan kelompok teror Negara Islam.

Dengan lebih dari 100.000 orang terlantar akibat pertempuran, dan kekhawatiran meningkat bahwa operasi itu membuka pintu bagi kebangkitan kelompok Negara Islam, kecaman internasional terus tumbuh.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak langkah-langkah pemerintahan Trump.

Sanksi Trump dipandang sebagai setidaknya menunda, jika tidak mencegah, tindakan yang lebih keras terhadap Turki. Senator Republik Lindsey Graham dan Senator Demokrat Chris Van Hollen mengusulkan undang-undang yang menargetkan sektor energi dan militer Turki, bersama dengan langkah-langkah keuangan lainnya.

Graham telah mengindikasikan dia siap menunggu untuk melihat apakah langkah-langkah Trump akan efektif. Analis menyarankan, setidaknya untuk saat ini, bahwa Turki memiliki jalan keluar yang sempit.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.