DJIA26075.30
LIVE368.59(1.43%)
NDX10836.33
LIVE81.74(0.76%)

Ketua DPR Umumkan Penyelidikan Resmi Pemakzulan Trump


Wednesday, 25 September 2019 23:39 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_peolosi.jpg

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, Selasa sore (24/9), mengumumkan secara resmi penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump, pasca munculnya laporan media bahwa Trump telah membekukan anggaran yang disetujui Kongres bagi Ukraina sementara mendesak negara itu agar menyelidiki salah satu saingan politiknya.

Pelosi membuat pengumuman itu setelah bersidang di Gedung Kapitol dengan pemimpin-pemimpin Demokrat dari lembaga DPR. Jumlah anggota Demokrat yang mendukung penyelidikan pemakzulan semakin besar pada Selasa.

“Tindakan yang dilakukan presiden telah melanggar konstitusi secara serius,” kata Pelosi. “Presiden harus dituntut pertanggung-jawabannya. Tidak seorangpun boleh berada di atas hukum," tambahnya.

Selama berbulan-bulan, Pelosi menentang penyelidikan pemakzulan terhadap Trump seputar tuduhan upaya menghambat hukum yang berasal dari laporan campur tangan Rusia dalam pemilihan oleh penyidik khusus, Robert Mueller.

“Banyak tindakan yang buruk. Tetapi tidak ada yang seburuk yang satu ini. Ini pada dasarnya adalah, presiden mengatakan, 'Ya saya berkolusi. Apa yang bisa Anda lakukan?," kata Tom Malinowski, seorang anggota Demokrat kepada reporter.

Pelosi menuduh Trump melanggar sumpah jabatan, keamanan nasional Amerika dan keamanan dari pemilihan Amerika.

“Selama beberapa bulan terakhir kami menyelidiki di dalam komite-komite kami dan melakukan penuntutan ke pengadilan sehingga DPR bisa mengumpulkan semua fakta yang relevan dan mempertimbangkan apakah akan memberlakukan wewenang dari Artikel 1 sepenuhnya, termasuk kekuasaan konstitusi yang paling penting, yakni persetujuan terhadap pasal-pasal pemakzulan,” kata Pelosi.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Negara bagian Florida mencatat rekor baru ketika melaporkan lebih dari 15.000 kasus virus corona hari Sabtu saja (11/7). Sejauh ini jumlah tersebut mengalahkan rekor peningkatan infeksi baru di satu n...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.