DJIA26833.95
LIVE45.85(0.17%)
NDX7889.47
LIVE14.85(0.19%)

Korut: Pembicaraan Denuklirisasi Mungkin Dilakukan Jika 'Ancaman' Dicabut


Tuesday, 17 September 2019 10:34 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Graph_Korut-as-lanjutkan-perundingan-EZj.jpg

Korea Utara mengatakan mungkin bersedia untuk membahas "denuklirisasi" dengan Amerika Serikat jika "ancaman dan rintangan" yang tidak ditentukan untuk keamanan dan pembangunannya ditangani.

Komentar hari Senin (16/9) oleh kementerian luar negeri Korea Utara itu disampaikan beberapa hari menjelang apa yang diharapkan oleh para pejabat AS adalah dimulainya pembicaraan nuklir tingkat kerja yang lama tertunda dengan Pyongyang.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui seminggu yang lalu mengatakan Korea Utara bersedia mengadakan "diskusi komprehensif" dengan para pejabat AS pada akhir bulan ini.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Senin (16/9) oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), kementerian luar negeri Korea Utara tampaknya memundurkan kemungkinan tanggal pembicaraan, dan menyebutkan pembicaraan “diharapkan akan diadakan dalam beberapa minggu.”

Komentar itu, yang dikatakan disampaikan oleh direktur jenderal Departemen Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menyebut pembicaraan mendatang “sangat menentukan.”

Korea Utara telah meminta AS untuk datang ke meja perundingan dengan "cara perhitungan baru," memberikan batas waktu akhir tahun karena setelah itu kemungkinan akan ada meningkatan provokasi.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Pertahanan AS Mark Esper tiba di Baghdad pada kunjungan yang tidak diumumkan Rabu untuk pembicaraan dengan para pejabat Irak tentang kedatangan pasukan AS yang baru-baru ini ditarik dari Suriah utara....

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.