DJIA26770.20
LIVE-255.68(-0.95%)
NDX7868.49
LIVE-73.65(-0.93%)

PM Inggris Bantah Bohongi Ratu Elizabeth untuk Minta Penangguhan Parlemen


Friday, 13 September 2019 18:10 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_the-queen-boris-johnson-denies-lying-t.jpg

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hari Kamis (12/9) dengan tegas membantah telah membohongi Ratu Inggris saat memohon kepada Ratu Elizabeth untuk menangguhkan parlemen selama lima pekan menjelang tenggat waktu Brexit – penangguhan kontroversial yang ditentang melalui pengadilan dan menyeret para hakim ke ranah politik.

Ketika ditanya apakah dia telah membohongi Ratu saat menyarankannya untuk menangguhkan Parlemen, dan apakah dia telah bersiasat tentang alasannya menginginkan penangguhan itu, dia menjawab, “Tentu saja tidak.”

Dia menjawab hal itu “tidak masuk akal” untuk berasumsi bahwa penangguhan itu di luar ranah demokrasi.

Komentar ini keluar beberapa jam setelah 3 hakim pengadilan Skotlandia memutuskan bahwa saran yang diberikan pemerintah kepada Ratu, yang berujung pada 5 minggu penangguhan parlemen yang dimulai Senin (9/9), “tidak berlandaskan hukum” karena hal tersebut pada dasarnya menyamarkan alasan pemerintah sebenarnya yang menginginkan pemberhentian parlemen.

Keputusan tersebut memunculkan dinamika baru dalam sistem perpolitikan Inggris yang telah kacau akibat adanya Brexit dan membuat panggung persidangan pada Selasa mendatang menjadi dramatis.

Kini saatnya tiba bagi Mahkamah Agung Inggris untuk membenarkan keputusan pengadilan Skotlandia itu – atau menyetujui keputusan yang berlawanan dari pengadilan Inggris dan Irlandia Utara yang memutuskan penangguhan parlemen sudah sesuai hukum.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Pertempuran di Suriah Timur Laut, Jumat (18/10) terus berlanjut, terlepas adanya perjanjian gencatan senjata yang diperantarai AS. Dentuman keras dan suara tembakan dapat terdengar. Asap tampak membu...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.