DJIA27057.69
LIVE-161.83(-0.59%)
NDX7838.77
LIVE-54.19(-0.69%)

AS Uji Rudal Darat Pertama yang Sebelumnya Dilarang dalam Perjanjian INF


Tuesday, 20 August 2019 13:17 WIB

AmerikaGlobalRusia


c_740_198_16777215_00_images_assets_12RudalASba03d873-7a31-4ed1-87d8-1952f46c5a0f_w1023_r1_s.jpg

Pentagon mengatakan, Amerika telah mengadakan ujicoba rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat dan berhasil mengenai sasarannya setelah terbang lebih dari 500 kilometer.

Rudal itu diluncurkan hari Minggu (18/8) dari pulau San Nicolas di lepas pantai California.

“Data yang dikumpulkan dari percobaan ini akan digunakan untuk pengembangan rudal jarak menengah,” kata pengumuman Pentagon hari Senin (19/8).

Amerika sebelumnya tidak bisa mengadakan percobaan rudal yang punya jarak jangkauan antara 500 sampai 5.500 km karena masih terikat perjanjian senjata nuklir jarak menengah atau INF dengan Rusia.

Pemerintah Amerika keluar dari perjanjian itu tanggal 2 Agustus lalu, karena Rusia menurut AS, telah melakukan pelanggaran sejak bertahun-tahun.

Kata Pentagon, rudal yang diuji coba itu hanya membawa bom konvensional dan bukan senjata nuklir.

Menteri Pertahanan Amerika Mark Esper mengatakan, kalau Amerika berhasil membuat sistem rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat, Amerika akan menempatkan rudal-rudal jarak menengah yang dipersenjatai dengan senjata konvensional itu di Asia.

Esper menambahkan, sudah tiba masanya Amerika tidak lagi dihambat oleh suatu perjanjian dan bisa mengembangkan sistem senjata yang dikehendakinya. Kata Esper, sekutu-sekutu Amerika dalam pakta pertahanan NATO setuju dengan konsep itu.

Esper tidak mau mengatakan kapan dan di mana rudal itu akan ditempatkan di Asia, sampai senjata-senjata itu siap dikirim, tapi ia berharap hal itu bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Esper mengatakan lebih dari 80 persen rudal China bisa mencapai jarak antara 500 sampai 5.500 km.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Pemrotes anti-pemerintah lagi-lagi bentrok dengan polisi di Hong Kong pada Minggu (15/9), dan kali ini demonstran melempar batu dan bom Molotov ke arah penegak hukum yang menanggapi dengan tembakan ga...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.