DJIA27093.23
LIVE-53.85(-0.20%)
NDX7901.79
LIVE13.23(0.17%)

Presiden Korsel Menyerukan Pembicaraan untuk Mengakhiri Perdagangan dengan Jepang


Thursday, 15 August 2019 18:01 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_0000000000000000000000000000000000mon.jpg

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Kamis menawarkan cabang zaitun ke Jepang untuk mengakhiri sengketa perdagangan yang tegang, dengan mengatakan Seoul akan "dengan senang hati bergandengan tangan" jika Tokyo menerima panggilan untuk menyelesaikannya melalui dialog.

Moon Jae-in dalam pidato yang disiarkan secara nasional juga mengecilkan ancaman yang ditimbulkan oleh peluncuran balistik jangka pendek Korea Utara baru-baru ini dan menyatakan harapan bahwa Washington dan Pyongyang akan segera melanjutkan negosiasi nuklir.

Pidato Moon Jae-in pada upacara yang menandai peringatan ke-74 pembebasan Korea dari pemerintahan kolonial Jepang pada akhir Perang Dunia II datang di tengah meningkatnya kemarahan publik atas langkah-langkah baru-baru ini Tokyo untuk memaksakan pembatasan perdagangan di Korea Selatan, yang memicu pertikaian diplomatik penuh.

Puluhan ribu warga Korea Selatan diperkirakan akan melakukan unjuk rasa anti-Jepang yang direncanakan sepanjang hari Kamis.

Seoul menuduh Tokyo melakukan persenjataan perdagangan untuk menargetkan perekonomiannya yang bergantung pada ekspor dan membalas terhadap keputusan pengadilan Korea Selatan yang meminta perusahaan-perusahaan Jepang untuk menawarkan ganti rugi bagi para penggugat Korea Selatan yang sudah tua karena kerja paksa mereka di Perang Dunia II. Langkah-langkah Tokyo mengejutkan di Korea Selatan, di mana banyak orang masih menyimpan kebencian yang kuat atas pemerintahan kolonial Jepang yang kejam di Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945.

Setelah mengancam penanggulangan keras dan menyatakan bahwa Korea Selatan akan "tidak pernah kalah" ke Jepang lagi, Moon telah mengambil nada lebih berdamai selama seminggu terakhir di tengah bantuan di Seoul bahwa dampak dari langkah-langkah perdagangan Jepang mungkin tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.

Ada juga kekhawatiran bahwa seruan nasionalistik pemerintah untuk persatuan dalam menghadapi apa yang sebelumnya digambarkan Moon Jae-in sebagai krisis yang "belum pernah terjadi sebelumnya" memungkinkan kemarahan publik terhadap Jepang untuk mencapai tingkat berbahaya.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya. Departemen Kehakiman menud...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.