DJIA26086.34
LIVE11.04(0.04%)
NDX10602.21
LIVE-234.12(-2.16%)

AS Tunda Pengenaan Tarif Tambahan untuk Barang-barang China


Wednesday, 14 August 2019 11:36 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY3_US-China.jpg

Amerika Serikat mengatakan, Selasa (13/8), akan menunda pelaksanaan tambahan tarif impor 10 persen atas barang buatan China, yang semula akan diberlakukan mulai pada 1 September.

Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika mengatakan, pajak tambahan atas komputer laptop, layar komputer, ponsel pintar, konsol video game, berbagai mainan, sepatu dan pakaian jadi, akan diberlakukan mulai 15 Desember. Ini untuk membantu konsumen Amerika yang akan membeli barang-barang tersebut sebagai hadiah atau untuk digunakan sendiri menjelang hari natal.

“Yang kami lakukan adalah menunda pemberlakuan tarif itu supaya tidak mempengaruhi musim belanja di Amerika,” kata Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, kata Trump lagi, Amerika juga akan menghapus sama sekali tarif atas impor barang-barang tertentu buatan China, “berdasarkan faktor-faktor kesehatan, keamanan, keamanan nasional dan lain-lain.”

Kabar tentang penundaan pelaksanaan tarif tambahan itu mendorong kenaikan pada pasar saham di Amerika. Harga-harga saham di bursa New York melonjak 1,5 persen.

Dalam masa dua tahun terakhir, Trump telah memberikan atau berjanji akan memberikan lebih dari AS$26 miliar bantuan kepada para petani karena China menghentikan pembelian hasil-hasil pertanian Amerika.

Kendati klaim Trump, tarif yang dikenakan atas impor dari China itu harus dibayar oleh konsumen, karena para importir menaikkan harga barangnya sesuai dengan tarif impor yang harus mereka bayar.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Negara bagian Florida mencatat rekor baru ketika melaporkan lebih dari 15.000 kasus virus corona hari Sabtu saja (11/7). Sejauh ini jumlah tersebut mengalahkan rekor peningkatan infeksi baru di satu n...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.