DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Jepang Mengatakan S. Korea Gagal Menjelaskan Alasan Pembatasan Perdagangan Baru


Tuesday, 13 August 2019 17:44 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_000000000000japankorea.jpg

Jepang mengatakan tidak mengerti mengapa mereka dihapus dari daftar mitra dagang tepercaya Korea Selatan, langkah terbaru dalam meningkatnya perselisihan perdagangan antara negara-negara tetangga di Asia.

Seoul mengumumkan Senin bahwa mereka telah memindahkan Tokyo ke kategori baru yang membawa lebih banyak pembatasan pada ekspor barang-barang sensitif. Menteri Perdagangan Sung Yun-mo mengatakan kategori baru adalah untuk negara-negara yang telah mengatur kontrol ekspor mereka dengan cara yang melanggar norma internasional.

Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko mengatakan di Twitter Selasa bahwa Korea Selatan belum cukup menjelaskan bagaimana Jepang tidak sesuai dengan standar ekspor global.

Langkah ini adalah yang terbaru dalam sengketa perdagangan bolak-balik antara kedua negara yang memasukkan Jepang menjatuhkan Korea Selatan dari daftar mitra dagang pilihannya sendiri.

Tokyo menegaskan keputusan perdagangannya dimotivasi oleh kekhawatiran keamanan nasional, sementara langkah tersebut secara luas dipandang sebagai pembalasan atas keputusan pengadilan Korea Selatan baru-baru ini yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberi kompensasi kepada orang Korea yang dipaksa bekerja selama pendudukan kolonial Jepang di Korea.

Perang dagang antara Jepang dan Korea Selatan, masing-masing ekonomi terbesar ketiga dan ke-11 di dunia, akan memiliki konsekuensi yang luas.

Itu bisa mengancam rantai pasokan teknologi global, karena Korea Selatan memproduksi 70 persen dari chip memori dunia.

Perubahan ini akan mulai berlaku pada bulan September. Setelah melakukannya, perusahaan Korea Selatan yang ingin mengirim barang sensitif ke Jepang harus melalui proses persetujuan yang memakan waktu hingga 15 hari, naik dari sekitar lima hari di bawah sistem saat ini.

Kebijakan baru Jepang dimulai 28 Agustus di mana perusahaan-perusahaan Jepang perlu meminta persetujuan kasus per kasus dari kementerian perdagangan negara itu sebelum mengirimkan produk-produk tertentu ke Korea Selatan.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dar...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.