DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan


Monday, 15 July 2019 17:22 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Graph_Non-White-Lawmakers.jpg

Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru Kongres.

Trump di Twitter, yang menarget perempuan anggota Kongres, Partai Demokratik yang beraliran progresif, memberi tahu mereka agar "kembali" dan membantu negara-negara "sarat kejahatan" darimana mereka berasal.

Dari empat anggota Kongres yang tampaknya menjadi sasaran, hanya satu anggota Kongres dari Minnesota, Ilhan Omar asal Somalia lahir di luar AS. Tiga lainnya adalah penduduk asli Amerika: Ayana Pressley yang merupakan wakil dari Massachusetts, lahir di Cincinnati, Ohio, Alexandria. Ocasio-Cortez adalah penduduk asli New York (dan mewakili bagian timur Bronx dan sebagian utara-tengah Queens dan Rashid Tlaib, dari Michigan, lahir di Detroit.

Gedung Putih belum menanggapi permintaan VOA mengenai apakah sebelum mengirim tweet, presiden mengetahui tiga dari empat anggota Kongres itu lahir di Amerika.

Pihak Progresif sebelumnya bentrok dengan Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi karena kebijakan imigrasi dan masalah lainnya. Perselisihan ini dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian Trump, bahkan membuatnya memberi dukungan publik yang langka bagi Pelosi setidaknya menyangkut usaha Pelosi mengendalikan keempat anggota Kongres yang baru terpilih itu.

Kicauan Trump mengenai anggota minoritas perempuan pemula di Kongres, yang dikenal sebagai "squad' atau pasukan itu, 'muncul sekitar 20 menit setelah sebuah segmen mengenai mereka di Fox News Channel.

Presiden Trump sering bereaksi cepat di media sosial mengenai apa yang disaksikannya di jaringan telebvisi Fox. Omar, khususnya, sering menjadi topik liputan kritis pada saluran televisi kabel itu sebagian karena sering mengecam Israel dan komentar-komentar yang dianggap anti-Yahudi.

Omar dan Tlaib adalah dua perempuan Muslim pertama yang bertugas di Kongres. Banyak pengguna sosial media mengecam tweet Trump yang bahkan oleh norma-norma provokatifnya dipandang melanggar batas baru.

Di antara para pengecam yang paling menonjol adalah Pelosi, yang menyebut pernyataan Trump sebagai xenophobia, "untuk memecah belah bangsa kita" dan "menegaskan kembali rencananya untuk Membuat Amerika Jaya Lagi ' sebenarnya mengenai membuat Amerika putih kembali."

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dar...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.