DJIA26729.37
LIVE10.24(0.04%)
NDX7723.02
LIVE-5.76(-0.07%)

Selain AS, Tiongkok Takut Sebagian Besar Pengaruh Jepang di Laut yang Sengketa


Wednesday, 22 May 2019 23:37 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_0010101010laut.jpg

Jepang membentuk diri sebagai saingan utama China di Laut Cina Selatan yang disengketakan karena memiliki pendekatan berkelanjutan dan multi-cabang dan serangkaian alasan unik untuk menguji pengaruh Beijing yang semakin meningkat, kata para analis.

Negara ini telah muncul sejak 2017 sebagai kekuatan di laut. Ini bekerja dengan Amerika Serikat pada latihan bersama angkatan laut termasuk satu dari 2-8 Mei yang juga melibatkan kapal perang dari India dan Filipina. Jepang secara terpisah telah mengirim kapal induk helikopter kelas Izumo ke laut setidaknya empat kali sejak 2017. Tahun itu, Jepang mengadakan tur tiga bulan.

Jepang, tidak seperti Amerika Serikat, membantu penuntut Asia Tenggara ke Laut Cina Selatan mengembangkan infrastruktur dan kekuatan maritim. Pejabat Jepang tidak mengklaim laut, tetapi sengketa wilayah terpisah dengan China memotivasi mereka untuk mengawasi pengaruh Cina. Warga Jepang cenderung mendukung kebijakan luar negeri yang menargetkan China, kata para analis.

"Di bawah (Perdana Menteri Jepang Shinzo) Abe, Tokyo telah meningkatkan keterlibatan pertahanan dan keamanan di Asia Tenggara, tidak terkecuali dengan Laut Cina Selatan dalam pikiran," kata Collin Koh, rekan peneliti keamanan laut di Nanyang Technological University di Singapura. "Saya percaya Beijing akan ... khawatir tentang Jepang menggunakan Laut Cina Selatan."

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump mengatakan “tidak ingin berperang” dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu, tetapi dengan alasan apapun Republik Islam Iran tid...
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menerima surat pribadi dari Presiden AS Donald Trump dan dia sedang mempertimbangkan isinya, media pemerintah Korea Utara melaporkan hari Minggu (23/6). Kantor Berita...
  • Ketegangan antara Amerika dan Iran bergerak semakin dekat ke arah konflik bersenjata, Kamis (20/6), setelah pesawat pengintai nirawak Amerika (drone) Global Hawk jatuh di atas Selat Hormuz. Presiden A...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.