DJIA27219.52
LIVE35.37(0.13%)
NDX7892.96
LIVE-24.38(-0.31%)

AS dan Taliban Melihat tidak ada alasan untuk Memperlambat Perundingan Damai Afghanistan


Tuesday, 23 April 2019 10:44 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_0001001.jpg

Utusan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, telah memulai perjalanan regional lain yang juga akan membawanya ke Qatar untuk putaran baru perundingan dengan Taliban, yang bertujuan untuk menemukan akhir politik perang Afghanistan.

Kelompok gerilyawan itu dengan cepat menyambut pengumuman itu, dengan mengatakan pihaknya tetap berkomitmen pada proses perdamaian Afghanistan dengan Amerika Serikat dan mengantisipasi kemajuan lebih lanjut ketika kedua pihak berkumpul kembali.

"Di Doha, dia akan terus melanjutkan perundingan dengan Taliban untuk mencapai konsensus tentang isu-isu inti keamanan nasional, dan mendesak partisipasi mereka dalam dialog intra-Afghanistan yang inklusif," kata Departemen Luar Negeri Senin ketika mengumumkan rincian rencana Khalilzad.

Kunjungan itu dilakukan di tengah kekecewaan Washington atas pembatalan pembicaraan Afghanistan yang banyak ditunggu-tunggu dengan Taliban yang akan diselenggarakan oleh ibu kota Qatar pada 20 April. Pertemuan dua hari dibatalkan pada menit terakhir setelah pejabat gerilyawan menolak untuk ukuran luar biasa dari delegasi Afghanistan yang beranggotakan 250 orang.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Pemrotes anti-pemerintah lagi-lagi bentrok dengan polisi di Hong Kong pada Minggu (15/9), dan kali ini demonstran melempar batu dan bom Molotov ke arah penegak hukum yang menanggapi dengan tembakan ga...
  • China, Kamis (12/9) terus menunjukkan iktikad baik yang diperlihatkannya belakangan ini dalam sengketa perdagangannya dengan Amerika Serikat, sementara dua ekonomi terbesar dunia ini bersiap melakukan...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.