DJIA25585.69
LIVE95.22(0.37%)
NDX7300.96
LIVE-6.97(-0.10%)

Setidaknya 138 Tewas di Sri Lanka dalam Serangan Paskah


Monday, 22 April 2019 10:51 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_00110101011.jpg

Sri Lanka telah memberlakukan jam malam, efektif segera, setelah serangkaian ledakan pada  Minggu Paskah di gereja dan hotel.

Pemerintah mengatakan pihaknya juga memblokir akses ke media sosial dan aplikasi pengiriman pesan untuk mencegah penyebaran informasi dan rumor yang salah.

Paling tidak 138 orang tewas dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit akibat luka-luka dalam ledakan yang hampir bersamaan yang mengguncang tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka pada hari Paskah, kata seorang pejabat keamanan kepada The Associated Press, dalam kekerasan terburuk di negara Asia Selatan itu sejak sipil perang berakhir satu dekade lalu.

Dua dari ledakan itu diduga dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri, menurut pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk berbicara dengan wartawan. Para jamaah dan tamu hotel termasuk di antara yang tewas, kata pejabat itu.

Kemudian pada hari itu, seorang juru bicara militer Sri Lanka telah mengkonfirmasi dua ledakan lagi di luar ibukota.

Juru bicara, Brig. Atapattu, mengatakan ledakan ketujuh terjadi di sebuah wisma tamu di Dehiwala, menewaskan sedikitnya dua orang. Atapattu mengatakan ledakan kedelapan terjadi di Dematagoda di pinggiran Kolombo. Dia tidak memiliki rincian tentang ledakan Dematagoda.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.