DJIA21636.78
LIVE-915.39(-4.06%)
NDX7588.37
LIVE-308.76(-3.91%)

Trump Berikrar Kalahkan China di Bidang Teknologi 5G


Wednesday, 17 April 2019 02:34 WIB

GOLD


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_00donald-trump5.jpg

Dalam upaya untuk mengungguli China di bidang teknologi nirkabel generasi kelima, yang dikenal sebagai 5G, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan lelang frekuensi radio terbesar yang pernah ada dana dana sebesar $20 miliar untuk membangun jaringan utama serat optik di kawasan pedesaan.

“Kita tidak dapat biarkan negara lain manapun untuk mengalahkan Amerika Serikat dalam kompetisi di bidang industri yang sangat berpengaruh di masa depan,” ujar Trump dari Ruangan Roosevelt di Gedung Putih, didampingi oleh kelompok pemanjat menara telekomunikasi dan para petani. “Pertarungan di bidang teknologi 5G adalah pertarungan yang harus kita menangkan.”

Mulai 10 Desember, Federal Communication Commission (FCC) akan mulai melelang tiga frekuensi gelombang milimeter (di atas 37 GHz, 39 GHz, dan 47 GHz) untuk dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi.

Beberapa sekutu Trump telah mencoba untuk membujuknya untuk secara efektif menasionalisasi teknologi ini sebagai masalah keamanan nasional.

Trump mengaku ia telah mempertimbangkan rencana seperti itu – yang ditentang oleh FCC dan lainnya – namun pada akhirnya tidak lagi menunjukkan dukungannya.

“Kami tidak ingin melakukannya. Hasilnya tidak akan sebaik, dan secepat yang diharapkan,” ujar Trump.

“Gagasan tentang jaringan 5G yang dirancang dan dioperasikan pemerintah di AS sama sekali tidak masuk akal. Pasar yang kompetitif, tidak terlalu dibebankan oleh peraturan sudah menjadi ciri yang diterapkan oleh AS selama ini. Kebijakan ini telah berhasil mencapai keberhasilan dalam kasus teknologi 4G dan akan mendorong investasi dan inovasi di bidang teknologi 5G,” ujar Gabriel Brown, seorang analis utama pada perusahaan riset industri telekomunikasi yang berpusat di London, Heavy Reading, kepada VOA.

“Selain itu juga tidak masuk akal dalam kaitannya dengan persaingan melawan China – ini adalah pasar yang berbeda dengan fase perkembangan yang berbeda.”

Riley Walters, seorang analis kebijakan pada Asian Studies Center, Heritage Foundation, sepakat, dengan mengatakan “sektor swasta adalah cara yang paling efisien untuk mendistribusikan berbagai kemampuan teknologi 5G, bahkan apabila langkahnya tidak sesuai dengan apa yang diingikan oleh para penyokong langkah nasionalisasi. Deregulasi harus dapat menekan biaya dari para pengembang domestik untuk meningkatkan wawasan waktunya.”

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Kementerian Luar Negeri China pada Kamis, mengecam keras komentar yang dibuat oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di mana ia menyebut COVID-19 sebagai virus "Wuhan" dan mengklaim China telah melakuk...
  • Presiden Amerika Donald Trump meminta kedua majelis Kongres Amerika agar mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) stimulus $2 triliun yang ditujukan untuk membangkitkan kembali perekonomian yang terh...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.