DJIA26202.73
LIVE240.29(0.93%)
NDX7733.22
LIVE68.75(0.90%)

Ratusan Ribu Demonstran Anti Brexit Padati London


Monday, 25 March 2019 10:34 WIB

GlobalBrexit


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_May-Faces-Huge-Anti-Brexit-March.jpg

Ratusan ribu demonstran anti-Brexit, Sabtu (23/3), memadati pusat Kota London menuntut pemerintah yang dipimpin pihak Konservatif Inggris mengadakan referendum baru mengenai apakah Inggris harus meninggalkan Uni Eropa.

"People Vote March" berunjuk rasa dari Park Lane dan lokasi-lokasi lainnya menuju Parlemen Inggris, di mana nasib Brexit akan diputuskan dalam beberapa minggu mendatang.

Para pengunjuk rasa membawa bendera dan poster Uni Eropa memuji hubungan lama antara Inggris dan Eropa. Demonstrasi itu menarik warga dari seluruh Inggris yang bertekad untuk memaksa pemerintah Perdana Menteri Theresa May mengubah langkahnya terkait Brexit.

May juga mendapat tekanan dari Partai Konservatifnya sendiri untuk mundur atau menetapkan tanggal pengunduran dirinya karena dukungan politik terhadapnya terus melemah. Minggu mendatang dipandang sama pentingnya dengan upaya saingan politik untuk menggantikannya.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif George Freeman mencuit diperlukan pemimpin baru.

"Saya khawatir semuanya sudah berakhir bagi Perdana Menteri. Ia sudah melakukan yang terbaik. Tetapi di seluruh negeri kemarahan bisa disaksikan. Semua orang merasa dikhianati. Kebuntuan pemerintah. Kepercayaan pada demokrasi runtuh. Ini tidak bisa berlanjut. Kita membutuhkan PM baru yang bisa menjangkau & membangun semacam koalisi untuk Rencana B, " demikian bunyi cuitan Freeman.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.