DJIA25776.61
LIVE-100.72(-0.39%)
NDX7420.66
LIVE-30.36(-0.41%)

Pompeo: Perempuan Pendukung ISIS Kelahiran AS, Bukan Warganegara AS


Friday, 22 February 2019 10:40 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_hoda-muthana.jpg

Menlu Amerika, Mike Pompeo berpendapat hari Kamis, bahwa Hoda Muthana, seorang wanita kelahiran Amerika yang membelot ke kelompok teroris ISIS, bukan warga negara AS dan tidak boleh pulang dari Suriah karena ayahnya seorang diplomat Yaman.

Presiden Donald Trump mengatakan, dia meminta Pompeo untuk tidak membolehkan wanita itu, Hoda Muthana, kembali ke AS, meskipun pengacaranya mengatakan, dia bersedia menghadapi tuntutan AS yang menuduh dia bersedia pergi ke Suriah dan menggunakan media sosial untuk memuji pembunuhan terhadap orang-orang Barat.

"Ia bisa saja lahir di sini," kata Pompeo dalam acara TV "Today" show" di NBC. Dia bukan warganegara AS dan dia juga tidak berhak atas kewarganegaraan AS."

Pompeo berpendapat, perempuan berusia 24 tahun itu, kini mempunyai seorang anak yang dilahirkan dari hubungannya dengan salah seorang dari ketiga suaminya yang jihadis itu, bukan warganegara Amerika karena ayahnya berstatus diplomat.

Tetapi pengacara Muthana mengatakan kepada media AS bahwa ayahnya telah menyelesaikan dinasnya sebagai diplomat "berbulan-bulan" sebelum anak perempuannya lahir di New Jersey pada 1994, jadi hal itu menjadikan dirinya seorang warganegara Amerika. (Tgh)

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Repsol, perusahaan minyak raksasa Spanyol yang punya operasi di Venezuela, meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya tekanan sanksi oleh Amerika dan kekacauan yang terus berlangsung di sana. Inv...
  • Perang dagang AS – China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.