DJIA25679.90
LIVE-84.10(-0.33%)
NDX7376.70
LIVE-126.98(-1.69%)

Jelang Pemilu di Uni Eropa, Twitter Perketat Aturan Iklan Politik


Wednesday, 20 February 2019 11:11 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_brand_socialmedias.jpg

Mengikuti langkah perusahaan teknologi raksasa Google dan Facebook, Twitter hari Selasa (19/2) mengatakan akan memperketat aturan iklan politik di Uni Eropa menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung di blok negara itu pada musim semi nanti.

Perusahaan media sosial itu mengatakan sedang memperluas pembatasan yang sudah ada untuk pemilihan umum di Amerika tahun depan.

Berdasarkan aturan baru, yang juga akan berlaku di Australia dan India, pengiklan politik harus disertifikasi.

Twitter juga mengambil langkah untuk meningkatkan transparansi. Iklan, dalam bentuk “promosi cuitan” dalam tujuh hari terakhir akan disimpan dalam bank data yang dapat diakses publik dan menunjukkan berapa banyak promosi itu muncul, berapa banyak orang yang melihat dan demografi orang-orang yang melihatnya.

Facebook dan Google telah menerapkan sistem serupa menjelang pemilu di Uni Eropa bulan Mei mendatang, ketika perusahaan-perusahaan teknologi Amerika menanggapi kritik bahwa mereka tidak melakukan lebih banyak hal untuk mencegah penyalahgunaan platform mereka oleh aktor-aktor jahat yang berupaya mempengaruhi pemilihan umum di seluruh dunia sebelumnya.

Ratusan juta orang diperkirakan akan mengikuti pemilihan lebih dari 700 anggota parlemen Uni Eropa.

Para pengiklan politik dapat mulai mendaftar untuk mendapatkan sertifikasi sesuai aturan iklan Twitter yang lebih ketat itu mulai 11 Maret, dengan menyediakan lebih banyak informasi, seperti foto identitas dan nomor identifikasi perusahaan.

Definisi iklan politik yang ditetapkan Twitter adalah iklan yang disiapkan oleh partai atau kandidat, atau mereka yang mendukung atau menentang seorang kandidat atau partai.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.