DJIA25516.83
LIVE14.51(0.06%)
NDX7316.96
LIVE-9.10(-0.12%)

PM Morrison: Peretas Serang Jaringan Komputer Parpol di Australia


Tuesday, 19 February 2019 11:12 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_SCOTT-MORRISON.jpg

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, partai-partai politik Australia telah diserang oleh sebuah peretasan terhadap jejaring komputer mereka. Pemerintah mengatakan, sistem telah disusupi oleh “aktor negara yang canggih.”

Badan keamanan dunia maya Australia yakin sebuah pemerintahan asing yang tidak disebutkan namanya ada di belakang serangan-serangan bulan ini. Jejaring computer yang digunakan oleh semua partai utama Australia terganggu oleh serangan ini. Penyusupan ini berhasil dibongkar selama penyelidikan terhadap peretasan dari server komputer di Gedung Parlemen di Canberra, ibukota Australia.

"Para anggota parlemen akan tahu bahwa Pusat Keamanan Siber Australia baru-baru ini berhasil mengidentifikasi sebuah penyusupan jahat ke jejaring computer parlemen. Selama berlangsungnya upaya ini kami juga menemukan bahwa jejaring beberapa partai politik; Liberal, Buruh, dan Nasional, juga terkena. Pakar dunia maya kami yakin bahwa actor negara yang canggih bertanggung jawab atas kegiatan jahat ini,” kata Morrison.

Pejabat mengatakan, tidak ada bukti adanya gangguan dalam pemilihan, tetapi Australia sedang meningkatkan pertahanan dunia mayanya sebagai tanggapan. Sebuah pemilihan federal akan diselenggarakan pada Mei.

Pada Desember, Canberra secara terbuka menuduh China untuk pertama kalinya mendukung sebuah kampanye spionase dunia maya untuk mencuri rahasia komersial milik Australia.

Pada 2015 dan 2016, terjadi serangan terhadap Badan Cuaca dan Statistik Australia.

Beijing sebelumnya membantah pihaknya campur tangan dalam urusan dalam negeri Australia. Menyusul penyusupan online bulan ini juga ada spekulasi di kalangan pers Australia bahwa Korea Utara atau Rusia terlibat. Pejabat mengatakan, tidak ada bukti bahwa ada informasi berhasil diakses atau dicuri.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.