DJIA25902.92
LIVE19.67(0.08%)
NDX7070.17
LIVE14.99(0.21%)

Soal Venezuela, Presiden Erdogan Kecam Amerika


Thursday, 7 February 2019 12:07 WIB

GlobalTurki


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_Erdogan-kepada-Amerika-Kami-Tidak794648946161-Pernah-Khianati-Sekutu-Kami.jpg

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh ''imperialism'' Amerika berupaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan keras terbaru Erdogan ini disampaikan untuk mendukung sekutunya, Nicolas Maduro, di tengah meningkatnya tekanan Amerika terhadap Turki agar segera menyudahi dukungan terhadap pemimpin Venezuela itu.

''Apakah Venezuela merupakan bagianmu?'' ujar Erdogan merujuk pada Presiden Amerika Donald Trump, dalam pidato di hadapan parlemen, Selasa (5/2). “Presiden Venezuela dipilih lewat pemilu. Apa hak Anda memilih pemimpin lain? Di mana demokrasi? Bagaimana hal ini dapat diterima?”

''Kami tidak menerima dunia dimana pihak yang kuat berarti benar. Kami menentang posisi imperialis seperti itu,''tambah Erdogan yang disambut tepuk tangan meriah para wakil dan pendukungnya.

Meskipun Amerika dan Uni Eropa mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela, Erdogan tetap mendukung kuat Nicolas Maduro, membuatnya berbenturan dengan negara-negara Barat yang menjadi sekutunya.

Sumber: VOA news


RELATED NEWS

  • Produsen mobil Honda berencana menutup pabriknya di Inggris barat pada 2021, sebuah pukulan baru bagi ekonomi Inggris yang sedang mengalami kesulitan menyusul ketidakpastian bisnis terkait keluarnya I...
  • Vatikan, Sabtu (16/2), mengatakan Paus Fransiskus telah memecat bekas Kardinal AS Theodore McCarrick. Pada Juli tahun lalu, Paus menerima pengunduran diri McCarrick dari College of Cardinals - badan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.