DJIA24207.16
LIVE141.57(0.59%)
NDX6668.56
LIVE-1.08(-0.02%)

Shutdown pemerintah AS berjarak satu hari lagi dari rekor terpanjang


Friday, 11 January 2019 11:44 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_usgove.jpg

Dengan lama 20 hari pada hari Kamis, penutupan sebagian pemerintah saat ini telah menjadi satu rekor.

Ini tercatat sebagai penutupan terpanjang kedua dalam catatan yang kembali lebih dari 40 tahun, hanya satu hari diatas penutupan 21 hari selama pemerintahan Clinton yang dimulai pada Desember 1995. Jika terus berlanjut, ini akan menyamai lama penutupan pemerintah era Clinton pada hari Jumat, dan itu akan menjadi yang terpanjang pada hari Sabtu.

Penutupan saat ini telah melampau penutupan selama era presiden Carter yang berlangsung 17 hari dan dimulai pada musim gugur 1978, dan telah melebihi satu penutupan selama pemerintahan Obama yang berlangsung 16 hari dan dimulai pada musim gugur 2013.

Analis telah mencatat dampak dari penutupan saat ini agak terbatas, karena hanya mempengaruhi agen yang mewakili sekitar 25% dari total pengeluaran pemerintah.

Penutupan yang sedang berlangsung dipicu oleh perselisihan tentang uang untuk tembok yang diusulkan Presiden Donald Trump di perbatasan selatan. Presiden pada hari Rabu meninggalkan sesi negosiasi setelah berbenturan dengan Demokrat, dan Trump menyatakan pada hari Kamis bahwa ia dapat mengumumkan keadaan darurat nasional untuk membangun temboknya, dengan mengatakan “mungkin saya akan melakukannya. Saya hampir akan mengatakan dengan pasti. " (Sdm)

Sumber: Marketwatch


RELATED NEWS

  • Roket Falcon 9 milik SpaceX yang mengangkut 10 satelit komunikasi Iridium telah diluncurkan dari California. Roket tersebut meluncur pukul 7:31 hari Jumat (11/1) dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenb...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.