DJIA26052.22
LIVE138.12(0.53%)
NDX7377.39
LIVE51.11(0.70%)

Iran Tahan Seorang Veteran Angkatan Laut AS


Thursday, 10 January 2019 19:09 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_RTX22IVA-1024x696.jpg

Iran hari Rabu (9/1) mengukuhkan menahan Michael R. White, veteran Angkatan Laut Amerika, di penjara negara itu, menjadikannya orang Amerika pertama yang diketahui ditahan semasa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Penahanan White menambah tekanan baru pada peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika, yang di bawah Trump telah melakukan upaya maksimal menentang Iran, termasuk menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan negara-negara kuat dunia.

Alasan penahanan White belum jelas. Iran pernah menggunakan penahanan orang Barat dan berkewarganegaraan ganda sebagai pengaruh dalam negosiasi.

Kantor berita setengah-resmi Iran, Tasnim, yang diyakini dekat dengan paramiliter negara itu, Pengawal Revolusi, melaporkan pengukuhan itu, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Ghasemi.

Harian New York Times mengutip ibu White yang mengatakan ia mengetahui tiga minggu lalu bahwa putranya masih hidup dan ditahan di penjara Iran. Penangkapannya pertama kali dilaporkan media berita online oleh ekspatriat Iran yang mewawancarai mantan tahanan Iran yang mengatakan ia bertemu White di Penjara Vakilabad di Mashhad, Oktober lalu.

Kantor berita Associated Press belum bisa menghubungi anggota keluarga White. Departemen Luar Negeri Amerika mengetahui laporan penangkapan warga Amerika itu, tetapi tidak bisa berkomentar.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.